Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Memahami Sifat Dasar Pikiran

Menggapai Kebenaran Sejati Kesadaran Murni dan Kebahagiaan Kekal

Pikiran menyebabkan keterikatan, keinginan, rasa suka-duka, dan lain sebagainya. Saat tidur dan pikiran tak aktif lagi, perasaan-perasaan semacam itu hilang semuanya, karena sesungguhnya semua ltu memang berasal dari pikiran, bukan dari “Aku”. ___Atma Bodha 23 Dalam ayat ini, istilah yang digunakan Shankara, untuk pikiran adalah buddhi, mind yang sudah mengalami proses penjernihan, sudah halus, sudah lembut, sudah tidak kasar, tidak liar. Apa yang hendak ia sampaikan? Bahwasanya, walau sudah tidak liar, pikiran tetaplah pikiran, masih berkeinginan, masih terikat dan masih merasakan suka, duka, dan sebagainya. Ayat ini “tidak pernah” diselami dengan baik. Ayat ini sesungguhnya merupakan “ayat peringatan bagi mereka yang menganggap diri sudah sadar. “Berhati-hatilah engkau. Keterikatan, keinginan, dualitas suka-duka, dan lain sebagainya masih bisa menjeratmu.” Selama kita masih berbadan, masih berpanca-indra dan masih dalam keadaan jaga, that risk always there. Risiko i...

Hilangkan Semua Rasa Keterpisahan

Pikiran berpikir dengan kondisi keterpisahan, analisis pembagian. Melalui pikiran, hidup dibagi menjadi serpihan-serpihan. Hidup itu sendiri tidak terbagi; hidup itu sendiri adalah satu kesatuan. Hidup itu sendiri tetap tak-terbagi, namun pikiran berpikir dalam bentuk serpihan-serpihan sehingga apa pun yang dikatakan pikiran itu pasti salah. Pohon di sebelah sana, langit di atasmu, bumi, engkau dan segala sesuatu berada dalam kesatuan yang mendalam. Pohon itu tampaknya terpisah darimu, tapi ia tidak. Tidak mungkin. Matahari begitu jauh. Tapi engkau tidak bisa ada di sini jika matahari tidak ada. Segera, engkau akan berhenti berada di sini. Tanpa matahari di sana – berjuta-juta kilometer jauhnya – engkau tidak bisa ada di sini. Jika matahari tidak lagi ada, kita tidak akan pernah bisa tahu bahwa ia telah berhenti, karena tidak akan ada yang mengetahuinya. Kita adalah bagian dari sinar itu. Seluruh alam semesta adalah kesatuan semesta. Engkau tidak terisolasi; engkau tidak seperti ...

Tanpa-berpikir adalah pintunya. Tanpa-kata adalah pintu gerbangnya. Tanpa-pemikiran adalah jalannya

Bagaimana cara mencapainya? Apa yang akan engkau lakukan untuk mencapai hal ini? Hanya mendengarkan saja tidak akan membantu, karena pikiran sangat lihai. Pikiran akan mulai memikirkan hal ini, apa yang dikatakan Sosan; pikiran akan mulai berpikir dan memutar-mutar teori di sekitarnya. Pikiran akan berkata, “Ya, tampaknya benar.” Tapi pikiran akan berkata, “Sepertinya benar dan engkau telah tersesat”. Pikiran akan berkata, “Tidak, sepertinya sulit, tidak mungkin. Bagaimana engkau bisa berhenti berpikir? “Dan engkau telah tersesat. Dengarkan pikiran dan engkau tidak pernah dekat dengan kebenaran. Dengarkan pikiran, engkau selalu dalam perjalanan … OSHO-Hsin Hsin Ming: The Book of Nothing Bab #3-Truth cannot be sought No-Thingking is the door. No-word is the gate. No-mind is the way. How to achieve this? What will you do to achieve this? Just listening to it won’t help, because mind is so clever. The mind will start thinking about this, what Sosan is s...