Pikiran menyebabkan keterikatan, keinginan, rasa suka-duka, dan lain sebagainya. Saat tidur dan pikiran tak aktif lagi, perasaan-perasaan semacam itu hilang semuanya, karena sesungguhnya semua ltu memang berasal dari pikiran, bukan dari “Aku”. ___Atma Bodha 23 Dalam ayat ini, istilah yang digunakan Shankara, untuk pikiran adalah buddhi, mind yang sudah mengalami proses penjernihan, sudah halus, sudah lembut, sudah tidak kasar, tidak liar. Apa yang hendak ia sampaikan? Bahwasanya, walau sudah tidak liar, pikiran tetaplah pikiran, masih berkeinginan, masih terikat dan masih merasakan suka, duka, dan sebagainya. Ayat ini “tidak pernah” diselami dengan baik. Ayat ini sesungguhnya merupakan “ayat peringatan bagi mereka yang menganggap diri sudah sadar. “Berhati-hatilah engkau. Keterikatan, keinginan, dualitas suka-duka, dan lain sebagainya masih bisa menjeratmu.” Selama kita masih berbadan, masih berpanca-indra dan masih dalam keadaan jaga, that risk always there. Risiko i...
"Melupakan Diri Sejati anda adalah kematian sejati; mengingatnya adalah kelahiran kembali"