Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Samadhi Dan Nirvana

Hanya Ada Ketiadaan

“When I look beyond the mind, I see the Witness. Beyond the witness, there is infinite intensity of emptiness and silence”. (Sri Nisargadatta Maharaj) Ketika saya melihat melampaui pikiran, saya melihat Saksi. Diluar saksi, ada intensitas yang tak terbatas pada kekosongan dan keheningan.. *** “Just watch. A thought arises and a thought disappears. It arises from nowhere. Before it arises there is absolute silence, and then it disappears into silence again, into nothingness. In the beginning is nothingness, in the end is nothingness… and this nothingness is your pure consciousness”. (Osho) Hanya menonton. Sebuah pikiran muncul dan sebuah pikiran menghilang. Ini muncul entah dari mana. Sebelum muncul ada keheningan mutlak, dan kemudian menghilang ke dalam keheningan lagi, ke ketiadaan. Pada awalnya adalah ketiadaan, pada akhirnya adalah ketiadaan … dan ketiadaan ini adalah Kesadaran Murni anda … *** “There was only nothingness. That nothingness is our very being. We...

Samadhi Dan Nirvana

Buddha Gautama menggunakan kata nirvana … karena ia mencoba untuk melakukan upaya dua puluh lima abad setelah Patanjali. Dalam dua puluh lima abad sebelumnya Patanjali telah disalahgunakan. Orang-orang yang mencoba untuk mencapai samadhi telah membuat itu menjadi semacam perjalanan-penuh-ego. Kata ‘samadhi’ adalah kata yang sangat positif – melampaui segala penyakit, mencapai keutuhan. Namun ada celah di dalamnya: itu dapat memberikan kepadamu gambaran bahwa “Aku akan menjadi sempurna, melampaui segala keterbatasan, semua penyakit. Aku akan menjadi utuh” Tapi bahayanya adalah bahwa “Aku” ini mungkin dapat menjadi egomu – sangat mungkin itu akan begitu, karena pikiranmu masih ada disana. Samadhi yang benar adalah ketika pikiran itu telah tiada lagi. Kemudian engkau dapat mengatakan, “Aku telah melampaui segala penyakit” karena ego juga merupakan suatu penyakit – bahkan, penyakit terbesar yang dapat diderita oleh manusia. Sekarang “Aku” mu tidak berarti ego. Ini hanya berarti indiv...

Apakah Arti ‘Mendapatkan / Mencapai Itu’? Kapankah Angsa Itu Keluar (Pepatah Zen)? Apakah Mini Satori Dan Apakah ‘Satori Penuh’? Dan Apakah Samadhi? Apakah Semua Ini Bagian Dari Satu Peta?

Pertanyaan ini adalah dari Somendra. ‘Mendapatkan itu’ berarti menyadari bahwa tidak ada yang didapatkan. ‘Mendapatkan itu’ berarti menyingkirkan semua keserakahan, semua ambisi, semua tujuan. Di hari engkau mendapatkan bahwa bagaimana segala sesuatunya adalah sudah sempurna, engkau telah mencapainya. Di hari engkau menyadari kenyataan bahwa segalanya tidak bisa lebih baik daripada ini, tiba-tiba engkau telah meledak menjadi cahaya baru, menjadi makhluk baru, menjadi kesadaran baru. ‘Mendapatkan itu’ adalah mendapati bahwa tidak ada tempat untuk dituju. Kemudian seseorang hidup dari satu saat ke saat lain. Ini adalah samadhi. Tetapi beberapa kali engkau mendapatkannya dan itu akan hilang. Engkau mendapatkannya lagi dan lagi engkau kehilangan itu. Maka itu adalah mini-satori. Mini-satori berarti sekilas. Kemungkinannya adalah engkau mungkin kehilangan itu. Somendra memiliki kilasan seperti itu beberapa hari sebelumnya, maka pertanyaan ini diajukan. Ketika ia datang kepadaku,...