Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen

Rasulullah (Sal.) on Mi’raj

Murid: ‘’Dalam sebuah hadits, sebuah cerita tradisional, Rasûlullah, Nabi Muhammad (Sal.) mengatakan bahwa orang-orang yang tinggal di surga akan melihat ALLAH sepanjang waktu, bahwa Dia akan terlihat jelas’’. Bawa Muhaiyaddeen: ‘’Ketika Rasulullah (Sal.) melanjutkan Mi’raj, untuk berkomunikasi dengan ALLAH, tabir memisahkan Rasulullah (Sal.) dari ALLAH. ALLAH berbicara kepadanya dari belakang tabir ini. Mereka membahas doa dan ibadah, dan ALLAH mengatakan kepada Rasulullah (Sal.) untuk memberitahukan semua  yang telah Dia sampaikan untuk para pengikutnya. Ketika mereka telah selesai berbicara tentang doa dan tentang pengikut-pengikutnya, Rasulullah (Sal.) berkata, “ALLAH, saya ingin melihat Anda.  Saya harus melihat Anda.” ALLAH berkata, “Hapus tabir dan lihat’’. Di sisi lain tabir adalah cermin, cermin yang cemerlang di mana delapan belas ribu alam semesta dapat dilihat. Ketika ia melihat ke dalam cermin, Rasulullah (Sal.) hanya melihat dirinya, ia...

Meditation

Murid: Dapatkah guru berbicara tentang meditasi? Guru: Meditasi di dunia seperti ini sangat sulit. Manusia mampu melakukan hampir segala sesuatu, tetapi meditasi sangat sulit buatnya. Jika dia menyadari apa itu meditasi yang sesungguhnya, dia tidak akan meditasi. Murid: Dia tidak meditasi? Mengapa? Guru: Karena jika dia mengerti apa itu meditasi, maka di dalamnya itulah terletak meditasi. Murid: Karena kemudian dia tidak terpisah darinya? Ketika anda tidak tahu bahwa anda sedang meditasi, apakah itu berarti anda sedang bermeditasi yang sesungguhnya? Guru: Benar. Hanya karena manusia tidak mengenal dirinya sendiri, maka dia berpikir dia sedang bermeditasi. Dia berpikir dia melihat berbagai bentuk di luar dirinya, tetapi mereka sesungguhnya adalah kualitas dan energi di dalam dirinya sendiri yang telah dimanifestasikannya ke luar diri. Ada empat ratus triliun sepuluh ribu energi semacam itu, atau yang disebut juga kesaktian, yang bekerja di dalam tubuhnya. Dia men...

True Love (Cinta Sejati)

Oleh: Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen —yang dikenal oleh para guru sufi di seluruh dunia sebagai seorang yang mencapai tingkat ruhaniyah—adalah seorang bijak dan suci yang sering disebut-sebut dari mulut ke mulut, beliau ‘muncul’ dari belantara hutan Sri Lanka tahun 1914. ,,Hal yang luar biasa, adalah fakta bahwa beliau seorang muslim buta huruf sederhana, yang melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam hutan-hutan di Sri Lanka. Akan tetapi kedalaman ilmunya membuatnya kemudian dikenal masyarakat di Amerika sehingga Beliau dibawa ke negeri mereka untuk menjadi pembimbingnya di sana. Sangat menarik melihat murid-muridnya—yang sebagian besar merupakan masyarakat kulit putih dengan tingkat pendidikan yang tinggi—menerima pengajaran dari seorang yang biasa hidup bersahaja di pedalaman hutan Sri Lanka. …” Sejarah singkat Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ini diambil dari buku Guru Sejati Dan Muridnya. *** Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tent...

God’s Psychology

Seorang bijak bertanya kepada muridnya, “Pernahkah kau merasakan, sedetik saja, kedamaian dari segala yang telah kau pelajari dan kejar selama ini? Dari pendidikan yang tinggi? Dari pekerjaan yang banyak dimpikan orang? Dari kedudukan yang tiada lagi di atasnya? Dari uang yang kau tanamkan di pasar modal dan menghasilkan banyak keuntungan? Dari ketenaran dan pujian ribuan dan jutaan manusia? “Sudahkah kau rasakan kedamaian di dalam dirimu? Tiada lagi kehausan dan kelaparan akan makanan dan pujian? Tiada lagi setress, ketakutan dan kekhawatiran akan sakit, kemiskinan, dan kerugian? Tiada lagi iri, benci, dan sakit hati? Hanya ada kebahagiaan, kesetaraan, dan kedamaian?” “Tidak,” jawab sang murid. “Jika tidak kau dapatkan kesetaraan antara segala yang bertolak-belakang, apakah ini yang disebut pembelajaran?” “Bukan.” “Jika tidak kau dapatkan kedamaian, apakah ini yang disebut kebijakan?” Sang guru kemudian melanjutkan. Selama ini kau mempelajari segala sesua...

Untuk apa Tuhan menghadirkanku di dunia ini ?

Sang Cucu: “Kakek… Untuk apa Tuhan menghadirkanku di dunia ini? Sang Kakek, Bawa Muhaiyaddeen: “Tuhan telah mengajarimu segala sesuatu. Segalanya telah tertulis di dalam dirimu. Sebelum kau datang kemari, Dia berkata kepadamu, “Aku mengirimmu ke sekolah bernama dunia. Ia hanyalah tempat sementara. Kau harus pergi ke sana untuk sementara waktu untuk belajar mengenai sejarah-Ku, sejarahmu, dan sejarah lainnya. Kau harus mengerti siapa yang menciptakan segala sesuatu, siapa yang bertanggung jawab terhadap segala sesuatu, siapa Penjaga yang menjaga dirimu, dan apa milikmu yang sesungguhnya. Ketika kau telah belajar dan mengerti semua sejarah-sejarah ini, kau akan menyadari siapa dirimu dan siapakah Dia yang kau butuhkan, Sang Kebenaran, Dia Yang Maha Hidup.” “Setelah kau mempelajari hal-hal ini semua, kau harus melewati suatu ujian. Lalu kau bisa membawa apa yang menjadi milikmu dan kembali ke sini. Tapi pertama, pergilah ke sekolah dan belajar. Lalu kembalilah.” Tuh...

Mengenal Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen

Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen ral.—yang dikenal oleh para guru sufi di seluruh dunia sebagai seorang yang mencapai tingkat ruhaniyah—adalah seorang bijak dan suci yang sering disebut-sebut dari mulut ke mulut, beliau ‘muncul’ dari belantara hutan Sri Lanka tahun 1914. Sangat sedikit yang diketahui tentang beliau pada periode sebelum itu. Sedikit sepihan data mengenai beliau yang berhasil diperoleh adalah bahwa beliau datang ke Sri Lanka pada tahun 1884—yang ketika itu disebut dengan Ceylon—dari perjalanannya berkelana di seputar India, kemudian ke Baghdad, Yerusalem, Madinah, Mesir, Roma, dan kemudian kembali lagi ke Ceylon untuk menetap. Data lainnya yang berhasil didapatkan adalah bahwa pada tahun 1930-an ia pindah ke Jaffna, dan kemudian pada tahun 1960-an ia tinggal di Colombo, Sri Lanka. Beliau sendiri tidak pernah mengatakan berapa usianya sebenarnya. Ia telah melewatkan seluruh umurnya untuk mempelajari pelbagai agama yang ada di dunia, dan sebagai pengamat rah...