Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pengalaman Sejati

Helen Keller

Pernah di kehampaan cahaya aku mengembara;  Dalam gelap aku terjerembap, d an ketakutan menuntun tanganku;  Kakiku tertancap ke bumi, cemas akan sejuta lubang oleh berbagai teror malam yang menakutkan. Kepada hari yang baru terbangun, Kuulurkan tanganku memohon. Kemudian datanglah Cinta, di tangannya terbawa Pelita yang menjadi terang langkah. Lalu dengan lembut berkatalah Cinta: “Sudahkah kau masuki gelap yang kaya-raya? Sudahkah kau masuki kekayaan malam? Carilah dalam kebutaanmu. Di sana tersimpan Harta Karun Yang Tak Terbilang.” Kata-kata Cinta itu menyalakan semangatku. Penuh gairah, jemariku mencari misteri-misteri itu, Yang megah, yang suci dan terdalam, dari segala hal. Dan dalam ketiadaan, dengan kepekaan spiritual kukenali penuhnya kehidupan; Dan pintu gerbang haripun terbentang lebar.  A ku tersentak oleh keriangan; Tubuhku gemetar oleh suka-cita; Hatiku dan seluruh bumi bergetar oleh kebahagiaan; ekstase kehidupan melanda seluruh duni...

Pengalaman Tanpa Diri

Buku berjudul Pengalaman Tanpa-Diri (The Experience of No-Self). Penulisnya adalah seorang kontemplatif Katolik, tinggal di California. Pengalaman meditasi atau kontemplasi Bernadette Roberts unik dibandingkan pengalaman kaum mistik dari Tradisi Katolik pada umumnya. Pada umur 20-an tahun ia telah mencapai kesatuan mistik dengan Tuhan sebagai puncak mistik kristen. Namun setelah jeda 20 tahun, ia mengalami runtuhnya Diri (higher Self) dan Tuhannya. Yang ada sekarang tinggal Inti Keallahan (The Godhead). Bernadette Roberts lahir di lingkungan keluarga Katolik yang saleh di negara bagian California, A.S. Sejak kecil ia mempunyai bakat untuk bermeditasi, duduk diam di kamarnya. Ayah dan ibunya mendorong bakat Bernadette ini. Pada usia 15 tahun ia masuk biara, menjadi suster (biarawati). Tujuannya adalah untuk mengembangkan bakat meditasinya. Menurut ajaran mistisisme Kristen, tujuan meditasi adalah untuk menyatu dengan Tuhan. Itu adalah tujuan tertinggi. Di situ mas...

Pengalaman Melihat Alam Cahaya Muncul Dari Alam Semesta - Di Sinari Dan Sebuah Pesan Dari Suara Tanpa Suara

Diangkat Dari Sebuah Kisah Nyata : Siang menjelang sore hari itu seorang bocah laki-laki berusia sekitar 5 – 6 tahun terbangun dari tidur siang nya. Ia melangkah menuju keruang depan rumahnya bermaksud hendak bermain dipekarangan halaman rumahnya. Namun karena hari tampaknya sedang turun hujan rintik-rintik ia menghentikan langkahnya tepat didepan sebuah gambar miniatur lukisan Martabat Tujuh – Ibn Arabi yang dibingkaikan kaca oleh Ayahnya dan dipajangkan didinding ruang tamunya itu. Lama ia menatap gambar itu.. walau ia tidak tahu secara persis makna yang tersirat dari gambar yang dikelilingi oleh tulisannya itu. Namun Hatinya mengatakan, “Itu adalah gambar tentang keilahian”… Bocah kecil ini terdiam sesaat dan menjawab didalam hatinya, “Konsep kajian-kajian seperti itu bukanlah seperti yang aku inginkan” Karena diluar sedang turun hujan rintik-rintik, ia melangkahkan kakinya menuju jendela kaca ruang tamu rumahnya dan menatap kelangit yang dipenuhi awan-awan mendu...

Pengalaman Sejati Aku Pulang Ke Dalam Jati Diriku Sendiri

Ini terjadi pada usia saya kira-kira 17 – 31 tahun. Saya lahir tanggal 7/12/1972 di Banda Aceh – Indonesia Sebelumnya saya tidak pernah tahu apa-apa tentang meditasi dan spiritualitas. Saya “ditarik” langsung kearah ini pada usia 17 tahun. Memang Ayah saya adalah seorang Guru yang khusus mengajari ma’rifat. Tapi beliau meninggal waktu saya masih berusia 12 tahun dan Ibu ketika saya masih berusia 10 tahun. Pada usia saya 16 tahun saya pernah meminta pada salah seorang murid Ayah saya yang masih hidup karena pada umumnya mereka semua telah berusia lanjut, “Pak, ajari saya ilmu ma’rifat Ayah saya itu”, Beliau menjawab, “Agus tenang saja. Ayah agus itu orang yang berilmu tinggi. Agus jangan khawatir jika masanya telah tiba, itu akan datang sendiri pada Agus”. Beliau benar. Setahun kemudian, saya merasa benar-benar ditarik kearah ini. Tanpa bimbingan, tanpa Guru, pencarian yang buta inipun dimulai. Pada usia saya kira-kira 19 tahun saya mengalami sebuah keadaan perluasan atau...

Ketika Jiwa Ini Kembali Lagi Ketubuh Ini

Ketika jiwaku kembali lagi ketubuh ini aku melihat, menyadari dan mengalami kebingungan. Bingung karena aku dapat melihat dengan jernih dan jelas bahwa aku hidup diantara kerumunan massa yang “tidak waras”, “tidak sadar”, tampak hidup dan berjalan tapi sesungguhnya mereka bermimpi. Aku pun bingung, bagaimana nantinya aku dapat menghadapi massa yang “tidak waras”, “tidak sadar”, sementara aku Terbangun, begitu alami dan Sadar sepenuhnya? Aku juga menyadari dan melihat dengan jelas bahwa segala sesuatunya tampak sebagaimana adanya. Semuanya tampak biasa-biasa saja. Segala sesuatunya tampak sebagai mana mestinya, sebagaimana adanya. Segala sesuatunya begitu sempurna. Dan yang terakhir aku juga melihat dan menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada apa-apa.. Sedari awal memang tidak ada apa-apa.. Tidak ada yang terjadi. Sedari awal seperti Itu…..  ___Agus ---------------------------------------------- “There is neither creation nor destruction, neither destiny nor free wi...

Ya Allah.. Bunuhlah Aku Sekali Lagi, Lagi Dan Lagi

Sewaktu pertama sekali aku Khalwat diawal tahun 2004 aku pernah menunda “kematian” ku sebanyak dua kali karena terkejut dan juga takut, mengapa nafas saya berhenti? Tapi aku terus melanjutkan meditasiku yang sudah memasuki kurang lebih 4 minggu dalam khalwat. Begitu nafas mulai akan berhenti lagi aku ingin menundanya lagi untuk yang ke 3 kalinya, tapi sekarang aku sudah tidak memiliki daya apa-apa lagi – itu tidak dapat lagi aku lakukan – pikiran, tangan, kaki dan seluruh tubuh saya telah rileks total, aku seperti kehilangan seluruh tenaga, tapi keadaanku sudah begitu sangat tenang, terang, damai dan bahagia. Disini aku benar-benar telah jatuh kedalam keberserahdirian sepenuhnya.. Satu-satunya daya yang aku miliki adalah hanya permohonan ini, “Ya Allah, bimbinglah saya”….. Ketika Cinta mulai akan membunuhku pagi itu, Dia berkata pada saya, "Sekarang, apa kamu sudah siap?" SuaraNya terdengar begitu indah menyembuhkan.. pipi jiwaku merona semu kemerahan karen...