Pernah di kehampaan cahaya aku mengembara; Dalam gelap aku terjerembap, d an ketakutan menuntun tanganku; Kakiku tertancap ke bumi, cemas akan sejuta lubang oleh berbagai teror malam yang menakutkan. Kepada hari yang baru terbangun, Kuulurkan tanganku memohon. Kemudian datanglah Cinta, di tangannya terbawa Pelita yang menjadi terang langkah. Lalu dengan lembut berkatalah Cinta: “Sudahkah kau masuki gelap yang kaya-raya? Sudahkah kau masuki kekayaan malam? Carilah dalam kebutaanmu. Di sana tersimpan Harta Karun Yang Tak Terbilang.” Kata-kata Cinta itu menyalakan semangatku. Penuh gairah, jemariku mencari misteri-misteri itu, Yang megah, yang suci dan terdalam, dari segala hal. Dan dalam ketiadaan, dengan kepekaan spiritual kukenali penuhnya kehidupan; Dan pintu gerbang haripun terbentang lebar. A ku tersentak oleh keriangan; Tubuhku gemetar oleh suka-cita; Hatiku dan seluruh bumi bergetar oleh kebahagiaan; ekstase kehidupan melanda seluruh duni...
"Melupakan Diri Sejati anda adalah kematian sejati; mengingatnya adalah kelahiran kembali"