Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kundalini

Kundalini

“Kundalini” – “potensi diri yang masih belum dikembangkan”, seperti halnya “ular yang masih tertidur”. Untuk menegakkan kepalanya, ular ini tidak perlu bantuan dari luar. Yang dibutuhkan hanyalah “pemicu” untuk membuat dia “terjaga”. Begitu terjaga, ia dapat menegakkan kepalanya tanpa bantuan siapa pun juga. Potensi diri kita pun membutuhkan “pemicu”. “Ular” yang mewakili kebijaksanaan dan kesadaran harus dibangkitkan. Istilah-istilah “pembukaan chakra”, yang kemudian dikaitkan dengan sosok seorang guru yang mengklaim bisa membuka chakra anda, atau mengaktifkan kundalini anda, sangat tidak masuk akal. Dan merupakan kekeliruan yang dilakukan oleh orang-orang Barat, sewaktu menerjemahkan teks-teks kuno dalam bahasa inggris. Kekeliruan tersebut berkelanjutan sampai saat ini.  (Halaman 19 dari buku ini) “Whatever situation you are in, join it with meditation!” — Atisha Meditasi bukanlah permainan kembang api yang anda saksikan dengan mata tertutup. Meditasi ...

Sang Diri Adalah Hati, Sang Diri Adalah Kundalini

Banyak guru telah memperingatkan tentang bahaya kebangkitan dini energi kundalini. Panas yang besar dapat dibuat di dalam tubuh, dengan kemungkinan kerusakan pada otak dan sistem saraf. Untuk mempersiapkan sirkulasi energi spiritual dalam tubuh-pikiran, murid harus dimurnikan dari ego, dan dilengkapi dengan kebajikan, kerendahan hati-an dan penyerahan diri. Hal ini dicapai melalui pemahaman diri atau ‘pengelihatan yang jelas’ dan disertai dengan terbukanya ‘perasaan dari murid. Maka setelah itu energi dapat bergerak bebas tanpa halangan yang dihasilkan oleh identifikasi palsu yang adalah ego. Ramana pernah berkata “Dokter mu mengatakan bahwa hati adalah di sisi kiri dada. Tetapi seluruh tubuh adalah hati untuk para yogi. Jnani memiliki hati mereka baik di dalam maupun di luar.” Seorang pemuja nya, Ranaky Matha, mengklaim telah memiliki pembebasan bagi dirinya di bawah kasih karunia Bhagawan ketika kundalininya naik ke sahasrara, setelah itu ia menyadari Kesatuan, Universal, D...

Ajaran Sri Ramana Maharshi Tentang Kundalini

Seorang yogi dapat dipastikan bertujuan membangkitkan Kundalini (daya-Serpent) dan mengirimnya ke atas sushumna (saraf yogi). Dan seorang jnani mungkin tidak memiliki hal seperti ini sebagai objek-nya, tetapi keduanya mencapai hasil yang sama, yaitu pengiriman daya hidup sampai sushumna dan memutus chitjadagranthi (simpul pengikat hidup). Kundalini adalah nama lain untuk Atma atau diri, atau Sakti. Kita membicarakan tentang hal itu seolah-olah seperti yang ada di dalam tubuh karena kita memahami diri kita sebagai yang terbatas pada tubuh. Tetapi pada kenyataannya baik di dalam dan di luar, tidak ada yang lain selain Sang Diri, atau Sakti. Dalam jnana marga, ketika dengan penyelidikan-Diri, pikiran yang menyatu dalam Sang Diri, Sang Diri, Sakti-nya atau Kundalini akan naik secara otomatis. (Gems dari Bhagavan – ed A. Devaraja Mudaliar;. Bab 13) Perhatikan dalam tulisan-tulisan Yogananda kemudian, setelah ia bertemu Ramana Maharshi, itu mereferensi ke sudut pandang yang ber...