Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ego

Bagaimanakah Cara Untuk Mengorbankan Ego

HAL ITU TIDAKLAH MUNGKIN. EGO TIDAK DAPAT DIKORBANKAN karena ego tidaklah ada (bukan keberadaan). Ego adalah hanyalah semua ide (gagasan): ego tidak memiliki substansi (hakekat) di dalamnya. Hal itu bukanlah sesuatu – itu hanyalah murni tidak ada apapun. Engkau membuatnya menjadi realitas dengan percaya pada hal itu. Engkau bisa menarik kepercayaan dan realitas itu menghilang, menguap. Ego adalah semacam ketidakhadiran/ketiadaan (absence) . Karena Engkau tidak mengetahui dirimu sendiri, oleh sebab itulah ego. Ketika engkau mengenal dirimu sendiri, tidak ada ego yang ditemukan. Ego itu seperti kegelapan; kegelapan tidak memiliki keberadaan positif sendiri; itu hanyalah ketiadaan cahaya. Engkau tidak bisa bertempur dengan kegelapan, atau bisakah Engkau? Engkau tidaklah bisa melempar kegelapan keluar dari ruangan; engkau tidaklah bisa membawanya keluar, Engkau tidak dapat membawanya ke dalam. Engkau tidaklah bisa melakukan apapun secara langsung terhadap kegelapan. Jika Engkau ingin...

Ego

“Hidup di dalam ego berarti kematian dalam Kasih. Kematian dalam ego adalah kehidupan dalam Kasih. Ketika kita menyerahkan ego, kita mulai melihat buah kehidupan.” “Dilema seluruh manusia adalah bahwa kita pergi berusaha untuk membuat ego kita bahagia, dan itu tidak mungkin, karena ego bukan tidak ada, ia hanya ketiadaan Cahaya. Begitu Cahaya Kesadaran itu muncul, ego pun menghilang. Seperti ruangan yang gelap yang tiba-tiba terang begitu lampu kita nyalakan – kegelapan menghilang yang tinggal hanya terang benderang – ego menghilang, yang tersisa hanya Kesadaran”. Tujuan tulisan-tulisan spiritual adalah memberikan pemahaman dan pencerahan bagi orang yang mempelajarinya, artinya agar dia mampu melihat kebenaran yang melampaui segala wujud. Seseorang bukanlah sebuah tubuh, kepribadian, jiwa atau ruh. Seseorang adalah bukan sesuatu. Pribadi (ego) berarti ingatan, penilaian, prasangka, pendapat, ide, buah pikiran dan reaksi-reaksi yang saling silang disekeliling satu ide in...

Setiap Ajaran Mengacu Pada Satu Hal - Penghapusan Ego

Setiap ajaran mengacu pada satu hal—demikian kata Atisha. Apa pula satu hal itu? PENGHAPUSAN EGO, rasa angkuh! Itulah intisari ajaran para nabi, mesias, avatar dan Buddha. Yang melihat perbedaan antara Nabi Muhammad s.a.w dan Isa, antara Krishna dan Zarathustra, antara Siddhartha dan Bahaullah, hanya melihat kulit mereka, jubah mereka. Yang melihat perbedaan, sungguh belum memahami ajaran mereka. Yang membeda-bedakan pun ego. Kita ingin menjadi nomer satu. Lalu apa pun yang berkaitan dengan kita harus nomer satu pula. Agama  kita harus nomer satu. Apa yang kita percayai harus nomer satu. Kita ingin selalu berada di atas, pada urutan pertama. Dan karena belum memahami inti ajaran, kita juga belum sadar bahwa yang sedang dituju hanyalah satu, yaitu PENGHAPUSAN EGO. Jangan angkuh, jangan sombong, jangan arogan, dan dalam sekejap kita dapat menyelesaikan setiap masalah yang sedang kita hadapi. Gampang, sekaligus sulit. Gampang bagi mereka yang menyadari ego seb...