“Ah, Indonesia. You know, kami, orang-orang Tibet, memiliki hubungan yang erat sekali dengan Indonesia.” – Demikian kata Yang Mulia Dalai Lama kepada saya. Ketika itu, beliau berkenan menerima saya dengan rombongan diruang kerjanya. Lalu beliau bercerita, “Dulu, you know, di Indonesia, di Svarnadvipa, ada seorang guru besar. Namanya, Dharmakirti Svarnadvipi. Dan salah seorang muridnya, Atisha, datang ke Tibet untuk menyebarkan ajaran tentang Bodhichitta (Kesadaran Murni). Atisha sendiri adalah seorang guru besar dan very important part of Tibetan culture and religion.” Saya dengar bahwa seribu tahun yang lalu, Yavadvipa (Jawa) dan Svarnadvipa (Sumatra) pernah menjadi pusat pendidikan rohani. Dan para siswa pun berdatangan dari manca Negara untuk mendalami latihan-latihan meditasi dan sebagainya. Salah seorang Master yang terkenal sangat “selektif” dalam hal peneriman murid adalah Dharmakirti. Sering sekali, ia akan “menciptakan situasi”, sehingga para murid yang dianggapnya b...
"Melupakan Diri Sejati anda adalah kematian sejati; mengingatnya adalah kelahiran kembali"