Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agama Cinta

Perbedaan Agama Hanya Perbedaan Bahasa

Aku tidak berpikir bahwa dunia hanya membutuhkan satu agama. Dunia membutuhkan kesadaran beragama, dan kemudian dari kesadaran itu dapat mengalir sebanyak mungkin arus alirang sungai. Bahkan, ideku sendiri tentang agama adalah seharusnya ada sebanyak mungkin agama sebanyak jumlah manusia itu sendiri – setiap orang seharusnya memiliki agamanya sendiri. Ini adalah sulit untuk memiliki bahasamu sendiri; setiap orang tidak dapat memiliki bahasanya sendiri, jika begitu maka tak seorang pun akan dapat memahaminya. Mulla Nasruddin telah melamar sebuah pekerjaan. Sang Manajer menatapnya dan merasa bahwa dia tidak memenuhi syarat kualifikasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Dia bertanya, “Dapatkah engkau membaca dan menulis?” Mulla Nasruddin mengatakan, “Aku tidak dapat membaca, tapi aku dapat menulis.” Manajer itu terkejut; ini adalah situasi yang jarang – ia tidak dapat memahami bagaimana ada seseorang yang tidak dapat membaca tapi dapat menulis. Ia mengatakan, “Maka men...

Agama Sejati

“Agama sejati”. Tuturnya, “adalah berbeda dari yang diduga orang. Oleh sebab itu, tidak ada nilainya untuk mengkaji dan menguji dogma.” “Di dunia ini”, ucapnya, “tidak ada padanan dari hal-hal yang disebut sebagai Arasy (Tuhan), Kitab, Malaikat, Hari Hisab. Perumpamaan digunakan, dan semua itu secara pasti sekedar suatu gagasan kasar tentang sesuatu yang lain.” Dalam kumpulan ucapan dan ajarannya yang berjudul Fihi Mafihi (Didalamnya adalah Apa yang Ada di Dalamnya), yang digunakan sebagai buku-buku rujukan para Sufi, Rumi bahkan melangkah lebih jauh. “Manusia”, tuturnya, “melewati tiga jenjang. Pada jenjang pertama, ia menyembah apa saja; Manusia, perempuan, uang, anak-anak, bumi atau tanah dan batu. Kemudian, ketika sedikit lebih maju, ia menyembah Tuhan. Pada akhirnya, ia tidak berkata, ‘Aku menyembah Tuhan,’ Maupun, ‘Aku tidak menyembah Tuhan.’ Ia telah melewati tahapan ketiga.” Untuk mendekati jalan Sufi, sang salik (orang yang sedang menempuh dalam perjalan...

Iman Berbeda Dari Keyakinan

Iman berbeda dari keyakinan. Iman berakar dari pengalaman. Keyakinan adalah iman sementara. “Keyakinan diperlukan di awal. Tanpa itu, orang tidak akan kesulitan untuk mencari Tuhan. Keyakinan belaka, bagaimanapun, tidak cukup. Ketika orang tetap puas dengan keyakinan mereka, agama mereka menjadi dogmatis, dan karena itu tertutup untuk pertumbuhan lebih lanjut. “Saya katakan, membuat latihan spiritual, bukan keyakinan, ‘dogma’ anda. Jangan tetap puas bahkan dengan meditasi secara teratur, sampai anda telah menemukan Tuhan. ”  ( Dari buku “The Essence of Self-Realization”, sebuah koleksi kutipan Paramhansa Yogananda yang ditulis oleh muridnya langsung, Swami Kriyananda) “Faith is different from belief. Faith is rooted in experience. Belief is provisional faith. “Belief is necessary in the beginning. Without it, people wouldn’t trouble to seek God. Mere belief, however, is not enough. When people remain satisfied with their beliefs, their religion becomes dogmat...

Agama Cinta

“Those who practice Love have neither religion or status”  ___Rumi __Mereka yang mempraktekan Cinta tidak memiliki agama atau status *** ”I profess the religion of love, Love is my religion and my faith. My mother is love, My father is love, My prophet is love, My God is love, I am a child of love, I have come only to speak of love”.  ___Jalaluddin Rumi __Aku mengakui agama Cinta, Cinta adalah agama saya dan iman saya. Ibuku adalah Cinta. Bapakku adalah Cinta. Nabiku adalah Cinta. Tuhanku adalah Cinta. Saya seorang anak Cinta. Saya datang hanya untuk berbicara Cinta *** “No Buddhist, no Christian, no Hindu. Deeply religious people have no religion. They belong to no seat; theirs is the religion of the heart!”   ___Yogaswami of Jaffna __Bukan orang Buddha, bukan orang Kristen, bukan orang Hindu. Orang yang sangat religius tidak memiliki agama. They belong to no seat; mereka adalah agama hati! *** “Love is the only religion...

Agama-Agama Terorganisir Tidak Tertarik Pada Kedamaian

Agama-agama terorganisir telah menciptakan banyak perang – sama seperti yang telah dilakukan oleh para politikus. Nama mereka mungkin berbeda… para politikus berperang demi sosialisme, demi komunisme, demi fasisme, demi nazisme; dan agama-agama terorganisir berperang demi Tuhan, demi cinta, demi konsep mereka tentang kebenaran. Dan jutaan orang telah terbunuh disebabkan perang antara Kristen dan Muslim, antara Kristen dan Yahudi, antara Muslim dan Hindu, antara Hindu dan Buddhis. Agama yang sesungguhnya tidak ada hubungannya dengan perang, agama yang sesungguhnya berhubungan dengan pencarian akan kedamaian. Namun agama-agama terorganisir tidak tertarik pada kedamaian – mereka hanya tertarik untuk menjadi lebih berpengaruh, lebih dominan. Saya mengutuk agama-agama terorganisir sama seperti saya mengutuk para politikus – keduanya tidak lain hanyalah urusan politik. Jadi ketika saya mengatakan kepadamu bahwa orang-orang “beragama” sebaiknya dihormati, dihargai – para politikus s...