Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan Ku

Hanya ada Cinta ini

Pikiran menciptakan sebuah cerita bahwa inilah dunia yang kamu pikir dan percayai itu. Faktanya Kebenaranmu bukan dari dunia ini. Ketahuilah bahwa kamu tidak tahu apa-apa, pikiran adalah penipu yang ulung. Pikiran memberitahumu hal-hal, ini adalah imajinasi-imajinasinya. Ini adalah pikiran yang berbicara. Dengarkan ini teman saya, jangan menangis dan larut dalam nestapa, Bangunlah.. Suatu hari kamu akan melihat langit hanya cerah dan matahari selalu bersinar. Kamu akan melihat segalanya hanya jatuh pada tempatnya, segala sesuatunya seperti itu, sebagaimana adanya, segala-sesuatunya begitu sempurna.. Suatu hari kamu hanya akan melihat dan menyadari bahwa hanya ada Cinta ini, segala sesuatunya yang lain adalah hanya sebuah cerita.. Ini adalah akhir dari cerita...

Buku Tentang DIA Yang Pertama Sekali Kubaca

Buku Filsafat pertama yang kubaca adalah waktu usiaku 19 tahun milik fakultas Filsafat Lampung.   Aku membuka buku itu secara sembarangan, disitu ditulis, "Orang awam atau rakyat jelata hanya dapat dibawa pada kehidupan yang teratur, dengan janji pahala dan ancaman hukuman. Bagi seorang Filsuf ini hanyalah hayalan semu". Seketika aku " tercerahkan".. mataku membelalak terbuka lebar.. Kesadaranku seolah mengembang menembus jauh keseluruh dunia ini. Buku itu langsung kututup, seolah aku telah membaca seluruh isinya.. Sesuatu yang jauh lebih besar dari pikiranku membisikkan rahasia ini kepadaku. Dalam bahasa keheningan dia berkata, “Jika agama yang kamu maksudkan adalah yang muncul dari pikiranmu, terlihat oleh matamu, terdengar oleh telingamu dan diucapkan oleh lidahmu ini bukanlah agama.. Agama Sejati adalah apa yang muncul dan lahir didalam Hati mu.. Dalam kematian ego Cinta lahir, Tuhan lahir, Cahaya lahir ”....

Saya Telah Di Inisiasi. Dia Akhirnya Menerima Saya. Saya Adalah Muridnya

Aku adalah seorang yang Tinggal, tidur dan serumah dengan seorang Murshid yaitu Ayah saya sendiri yang hampir setiap minggu dan bulannya terus kedatangan dari murid-muridnya untuk memperoleh pengajarannya, sementara saya yang waktu itu masih berusia 10 tahun selalu di usir keluar karena mencoba untuk menguping pembicaraan itu.. Itu saya lakukan karena saya berpikir, ‘kapan lagi saya bisa memperoleh pengajaran ilmu ma’rifat ini jika bukan sekarang?’ karena ayah saya telah berusia lanjut, kurang lebih telah 65 – 70 tahun usianya waktu itu. Setiap murid-murid dari Ayah saya yang datang, jatah saya selalu di usir keluar, karena Ayah saya tahu, saya akan selalu mencoba untuk mencuri dengar. Satu-satunya pengajarannya yang dapat saya curi dengar adalah, Imam Mahdi. Hanya ini saja.. Pada usia saya memasuki usia 12 tahun, Ayah saya sakit keras dan harus di opname dirumah sakit. Saya senang sekali pada saat detik-detik dari hidupnya saya dapat hadir disisinya. Dokter ketika itu m...