Langsung ke konten utama

Postingan

Hentikan Menemukan Kesalahan Pada Refleksi

Realita tetap seperti apa adanya. Seperti air itu selalu air. Apa pun yang anda masukkan kedalamnya air tetap air. Demikian juga yang Nyata tetap Nyata betapapun kondisi di mana ia direfleksikan. Sadarilah bahwa dunia anda adalah refleksi dari diri anda sendiri. Jadi teman saya, fokus pada yang asli bukan refleksi. Hentikan menemukan kesalahan pada refleksi. Nikmati harimu, Damai..... *** Pemuja: Bagaimana untuk mengendalikan pikiran? Maharishi: Apa itu pikiran? Pikiran siapa itu? Pemuja: Pikiran selalu mengembara. Saya tidak bisa mengendalikannya. Maharishi : Itu adalah sifat dari pikiran untuk mengembara, anda bukan pikiran. Pikiran muncul dan tenggelam. Itu tidak kekal, sementara, sedangkan anda Abadi. Tidak ada apa pun kecuali Diri. Untuk berada di dalam Diri adalah hal. Jangan mengkhawatirkan pikiran. Jika sumbernya dicari, ia akan lenyap dan meninggalkan Diri yang tidak terpengaruh. Pemuja: Jadi seseorang tidak perlu berusaha mengendalikan pikiran? Maharishi: T...

Temukan Istirahat Anda

'Saya meninggalkan dunia ini'. Bagaimana saya bisa melakukan itu? 'Aku' sesungguhnya bukan dari dunia ini. Hanya kesadaran yang memainkan peran dalam permainan saya ini atau itu yang terjerat dalam jajaran penampilan yang diproyeksikan. Dunia saya bukan duniamu dan kita semua menilai apa yang baik atau buruk tentang dunia yang dirasakan orang lain. Saya yang sesungguhnya di luar bahkan menonton drama ini. Jika kita melihat dunia yang dipromosikan oleh pikiran kita, kita akan menciptakan kebenaran dari kebohongan. Mundurlah dari dunia yang Anda lihat dan sadarilah bahwa Anda bukan itu. Temukan istirahat anda. Banyak yang mengatakan mereka sedang beristirahat tetapi tidak bisa diam tentang dunia atau apa yang dilakukan orang lain. Tidak peduli apa yang dilakukan orang lain. Ini bukan urusan Anda apa yang dilakukan atau tidak dilakukan orang lain. Satu-satunya hal yang penting adalah, bagaimana Anda menemukan istirahat Anda? Anda tidak akan pernah beristirahat selama A...

Buku Tentang DIA Yang Pertama Sekali Kubaca

Buku Filsafat pertama yang kubaca adalah waktu usiaku 19 tahun milik fakultas Filsafat Lampung.   Aku membuka buku itu secara sembarangan, disitu ditulis, "Orang awam atau rakyat jelata hanya dapat dibawa pada kehidupan yang teratur, dengan janji pahala dan ancaman hukuman. Bagi seorang Filsuf ini hanyalah hayalan semu". Seketika aku " tercerahkan".. mataku membelalak terbuka lebar.. Kesadaranku seolah mengembang menembus jauh keseluruh dunia ini. Buku itu langsung kututup, seolah aku telah membaca seluruh isinya.. Sesuatu yang jauh lebih besar dari pikiranku membisikkan rahasia ini kepadaku. Dalam bahasa keheningan dia berkata, “Jika agama yang kamu maksudkan adalah yang muncul dari pikiranmu, terlihat oleh matamu, terdengar oleh telingamu dan diucapkan oleh lidahmu ini bukanlah agama.. Agama Sejati adalah apa yang muncul dan lahir didalam Hati mu.. Dalam kematian ego Cinta lahir, Tuhan lahir, Cahaya lahir ”....

Aku Tersesat Didalam Hutan Belantara

Saat memasuki kawasan hutan disalah satu pegunungan di Aceh untuk menemukan air terjun yang indah didalamnya aku terpisah dari rekan-rekan seperjalananku yang berjumlah 4 orang. Entah bagaimana, lalai sebentar saja aku bisa langsung kehilangan arah kembali dan malah memasuki sebuah wilayah yang belum pernah kulihat sebelumnya. Segala upaya telah kuusahakan, tapi aku bukanlah orang yang memiliki pengetahuan yang baik tentang hutan belantara. Mencoba untuk menghubungi lewat Handphone telah kucoba tapi selalu gagal karena ketiadaan sinyal. Dan, akupun tersesat! Setelah gagal mencoba berjam-jam mencari jalan agar bisa menemukan kembali teman-temanku dan juga untuk bisa keluar dari dalam hutan ini aku memutuskan untuk berhenti sejenak, karena kelelahan akupun beristirahat diatas batu setinggi 3 meter dipinggiran alur sungai yang berair jernih ini. Terduduk lemas dibawah naungan daun-daun hutan yang menjuntai didepanku. Tanpa terasa hari telah menunjukkan pukul 6 sore. Didalam hutan...